Minggu, 19 Februari 2012

krisis Nuklir Iran


Iran terus kembangkan nuklirnya

Ahmadinejad
Presiden Ahmadinejad tidak merisaukan sanksi dunia internasional dan terus mengembangkan nuklirnya.
Iran terus berupaya memperluas program nuklirnya lewat pemasangan ribuan sentrifugal generasi baru yang mampu melakukan pengayaan uranium lebih cepat lagi.
Seorang diplomat di Wina, Austria kepada BBC mengatakan proses perluasan program nuklir ini dilakukan di sebuah lokasi bawah tanah dekat kota Qom.

Lembaga pengawas nuklir, IAEA, sejauh ini belum berkomentar soal pernyataan ini.Dia menjelaskan dengan memasang ribuan sentrifugal jenis baru ini maka Iran akan mampu melakukan pengayaan uranium lebih cepat baik untuk kebutuhan pembangkit listrik maupun senjata.
IAEA masih terus melakukan pembicaraan dengan Iran soal aktifitas pengembangan nuklir mereka.
Bulan lalu Iran menolak memberikan akses kepada tim pengawas IAEA untuk berkunjung ke sejumlah reaktor dan melarang mereka berbicara dengan sejumlah ilmuwan nuklir negara itu.
Pernyataan diplomat yang menolak disebutkan namanya ini menurut wartawan BBC di Austria, Bethany Bell merupakan peringatan terhadap langkah Iran yang bersikeras melanjutkan program nuklirnya yang kontroversial ditengah sanksi dunia internasional kepada negara itu.

Perketat sanksi

Dalam keterangannya diplomat tersebut juga menggambarkan bahwa fasilitas nuklir dekat kota Qom itu telah kedatangan sejumlah pipa, sirkuit listrik dan peralatan lainnya yang digunakan untuk pemasangan sentrifugal baru.
Namun sejauh ini memang belum ada kepastian kapan sentrifugal baru itu akan terpasang.
Tiga hari yang lalu Iran sendiri mengatakan pengetahuan mereka tentang nuklir kian berkembang termasuk kemampuan mereka dalam membangun sentrifugal yang mampu melakukan pengayaan uranium lebih cepat.
Pernyataan Iran muncul ditengah ketegangan yang terus meningkat di kawasan itu menyusul laporan IAEA pada November lalu yang mengklaim bahwa Iran melakukan aktifitas yang berhubungan dengan pengembangan senjata nuklir.
Menteri Luar Negeri Inggris, William Hague, hari sabtu (18/02) memperingatkan bahwa ambisi nuklir Iran dapat memicu perlombaan senjata di kawasan timur tengah.
Saat ini satu-satunya negara yang memiliki senjata nuklir di kawasan itu adalah Israel.
Israel sejauh ini terus meminta sanksi kepada Iran diperketat, mereka mengaku belum membicarakan opsi untuk melakukan serangan terhadap Iran guna menghentikan aktifitas nuklirnya.
Sanksi yang telah dijatuhkan oleh sejumlah negara Barat sejauh ini tampaknya gagal untuk menekan Iran menghentikan ambisinya mengembangkan nuklir.

Sumber : bbc.co.uk

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar