Jumat, 24 Februari 2012

Russia VS AS dan NATO








Moskow Semakin Merasa Dipojokkan Oleh 



Amerika




Foto : Perisai Rudal (ilustrasi)

Kita semua hampir melupakan bahwa bahaya perang nuklir sebenarnya sudah semakin menakutkan. Kita semua terlalu dininabobokkan dengan berita yang mendayu-dayu, hiburan gemerlap, isu-isu yang sengaja dikaburkan dan berbagai hal yang sebenarnya membutakan dan menumpulkan akal dan mata hati kita.
Artikel ini sama sekali tidak akan membahas tentang isu nuklir Iran. Kita akan membahas bahaya yang jauh lebih besar daripada sekedar kemampuan nuklir Iran yang samasekali sulit untuk dibuktikan kedigdayaannya.
Akhir-akhir ini, sebenarnya Amerika sedang melakukan manuver-manuver yang mencoba memberangus Rusia. Sasaran besar mereka bukanlah negara-negara kecil semacam Libya, Afganistan, Siria, ataupun Iran. Mereka hanyalah sasaran antara yang memang sebagian besar diantaranya adalah sekutu kuat Rusia kecuali Afganistan.
Saat ini sebenarnya Sasaran besar Amerika sedang memojokkan Rusia dengan masalah Pertahanan Rudal Balistik (BMD).
Pada tanggal 23 November, Rusia yang biasanya jarang memuat pernyataan yang keras tentang isu pertahanan rudal balistik, pada saat itu, Presiden Dmitry Medvedev membuat pernyataan yang sangat mengagetkan, tetapi sama sekali tidak diperhatikan oleh dunia. Medvedev menyatakan akan menyebarkan rudal di perbatasan ke Uni Eropa antara Polandia dan Lithuania, dan mungkin di selatan dekat Georgia dan Turki akibat begitu masifnya manuver AS atas pembangunan perisai pertahanan rudal balistik disepanjang garis perbatasan Rusia dan sepanjang perimeter jangkauan rudal balistik Rusia.
Salah satu pernyataan yang sangat mengejutkan dari Medvedev adalah kesiapan Rusia untuk menyebarkan sistem rudal Iskander di Kaliningrad.Mungkin banyak yang belum tahu bagaimana spesifikasi Rudal Balistik ini. Versi terbaru dari Iskander, yaitu Iskander-K, rinciannya sangat misterius dan belum ada satupun pihak (kecuali Moskow) yang mampu mengetahui dengan pasti kemampuan rudal ini. Hanya ada sedikit laporan yang mencoba memprediksikan bahwa  Iskander-K memiliki jangkauan sampai dengan 2000 km dan membawa rudal jelajah dan akurasi target untuk 7 meter atau kurang.
Medvedev menyatakan ia telah memerintahkan kementerian pertahanan Rusia untuk “segera” menempatkan sistem radar di Kaliningrad yang memperingatkan serangan rudal dan tentara Rusia dipersiapkan dalam keadaan kesiapan tempur. Dia memastikan kesiapan Rusia dalam memperluas jangkauan sasaran rudal nuklir strategis Rusia dan memperbaharui persenjataan nuklir Rusia dengan hulu ledak terbaru yang mampu menusuk perisai pertahanan AS / NATO. Rencananya, semua instalasi rudal nuklirsrategis ini akan selesai pada tahun 2018. Medvedev juga mengancam untuk menarik Rusia keluar dari perjanjian pengurangan rudal baru jika Amerika Serikat tetap saja bersikukuh untuk menginstalasi pangkalan pertahanan perisai rudal balistik di negara-negara sekutu mereka disepanjang perbatasan Rusia.  Medvedev secara spesifik akan segera meningkatkan sistem persenjataan rudal “defensif” dan “ofensif” dalam jangka waktu yang dekat. Dalam pernyataan tersebut, Medvedev yang biasanya sangat santun kelihatan sekali mengungkapkan segala sesuatunya tanpa basa-basi diplomatik lagi.
Rusia sangat geram dengan alasan yang dibuat-buat oleh Amerika ketika menginstalasi pangkalan perisai rudal balistik di Turki. Juru bicara untuk Dewan Keamanan Nasional Obama menyatakan, “kita tidak sedang mengancam Rusia. tetapi sedang menagkal rudal nuklir Iran”. Demikian alibi dari pihak Washington.
Sementara itu, pada kenyataannya, kemampuan persenjataan nuklir Iran sebenarnya sangat patut untuk dipertanyakan. Yang menjadi kegeraman Rusia, kalau memang bertujuan untuk menangkal serangan rudal nuklir Iran, kenapa semua sistem persenjataan diarahkan ke Moskow.
Dua hari sebelumnya pada 21 November, Wakil Menlu AS untuk bidang Pengawasan Senjata Ellen Tauscher mengatakan bahwa Washington siap untuk memberikan informasi tentang sistem perisai rudal yang mereka instalasi di Turki. Tetapi Rusia merasa dipecundangi, karena sampai dengan hari ini, tidak ada samasekali niat baik Washington untuk mendiskusikan masalah instalasi perisai rudal balistik tersebut dengan Rusia.
Setelah pertemuan di Brussels awal Oktober menteri pertahanan NATO, Anders Fogh Rasmussen mengatakan dalam kaitannya dengan Program Rudal Pertahanan NATO Eropa, “Kami berharap sistem pertahanan rudal nuklir balistik kami akan siap dioperasikan  secara penuh pada tahun2018.”
Peningkatan dramatis dari sistem pertahanan rudal balistik tersebut telah diinstalasi dalam jumlah peningkatan yang sangat dramatis sejak lima tahun terakhir disepanjang negara sekutu NATO yang berbatasan langsung dengan Rusia. sistem pertahanan rudal balistik ini telah mengepung Rusia dari semua sisi.
Pertahanan Rudal “Shield” telah selesai diinstalasi dan siap beroperasi secara penuh pada bulan September 2009 di awal Pemerintahan Obama. Semua sistem pertahanan rudal balistik tersebut ditempatkan di  Polandia dan Republik Ceko. Shield adalah pertahanan rudal balistik Amerika yang berfungsi untuk melumpuhkan sistem rudal Rusia. Didalamnya terinstalasi sistem radar yang sangat canggih dan spesifikasinya sangat dirahasiakan.
Untuk mengkamufalse pemasangan sistem pertahanan rudal Shield ini, Obama menyatakan bahwa yang dipasang di Polandia dan Republik Ceko adalah rudal patriot. Tak heran Moskow menjadi merasa dipecundangi oleh Obama ketika mereka tahu bahwa yang diinstalasi dikedua negara tersebut adalah sistem pertahanan rudal balistik Shield yang tercanggih di dunia.
Pada bulan Mei 2011, Obama mengumumkan bahwa telah menambah sistem pertahanan rudal yang diinstalasi di Polandia yaitu tipe Raytheon (RTN) SM-3 yang terletak di pangkalan militer Redzikowo di Polandia, sekitar 50 mil dari Kaliningrad, Rusia. Sistem rudal sangat canggih ini menempatkan rudal AS jauh lebih dekat ke Rusia daripada selama Krisis Misil Kuba 1961.
RaytheonSM-3 adalah bagian dari Sistem Pertahanan Rudal Balistik Aegis yang akan ditujukan untuk mencegat rudal balistik jarak pendek ke menengah. Sistem pertahanan rudal balistik ini dekembangkan oleh Lockheed Martin Maritime Systems & Sensor.
Isntalasi terbaru adalah penempatan radar tercanggih anti rudal balistik NATO di atas sebuah gunung yang tinggi di distrik Kuluncak dari Malatya provinsi di selatan-timur Turki. Meskipun Pentagon menegaskan radar ini digunakan untuk memberangus Iran, tetapi kenyataannya lebih sering diarahkan ke Stevastopol yang merupakan pangkalan Armada terbesar Angkatan Laut Rusia di Laut Hitam, dan pangkalan radar Krasnodar yang merupakan pangkalan radar yang sangat penting bagi Rusia.
Malataya radar akan mengirimkan data ke kapal-kapal AS yang dilengkapi dengan sistem tempur Aegis untuk mencegat rudal balistik Iran. Padahal pada kenyataannya pangkalan radar tercanggih NATO tersebut lebih sering digunakan untuk memata-matai ruang udara Kaukasus Selatan, sebagian dari Asia Tengah serta selatan Rusia.
Di Greeley Alaska, AS juga menginstal BMD berbasis rudal pencegat, serta yang lainnya di Pangkalan Angkatan Udara Vandenberg di California.
Dan yang terakhir, Pentagon baru saja membuka dua pangkalan rudal baru di Fasilitas Rudal Pasifik di Hawaii. Sementara itu, bekerjasama dengan Angkatan Laut Pasukan Beladiri Jepang telah mengembangkan AEGIS mobile dan Rudal Raytheon yang bisa ditempatkan di kapal-kapal perang. Sistem AEGIS dan Raytheon ini telah terinstalasi dan tersebar di sekitar lautan pasifik yang diarahkan langsung ke Cina.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar